Bupati dan Wakil Bupati Rembang Serahkan Bantuan 155 Warga Terdampak Banjir Di Kecamatan Sluke

Daerah1365 Views

Rembang, Indonesianews.co.id

Akibat hujan deras disertai angin kencang delapan desa di Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang Jawa Tengah diterjang banjir. Tak hanya itu guyuran hujan dan angin kencang juga mengakibatkan tebing dan pohon di jalur jalan Pantura tumbang.

Banjir yang datang tiba-tiba menerjang rumah – rumah warga dan sejumlah fasilitas umum seperti kantor Balai Desa, Tempat Ibadah dan Lembaga Pendidikan. Sedikitnya 155 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang berasal dari delapan desa meliputi; Leran, Jurang Jero, Trahan, Pangkalan, Sluke, Sanetan, Jatisari dan Bendo.

Di Desa Sanetan Tebing setinggi 4 meter dengan Panjang 20 meter roboh kerugian ditaksir mencapai Rp. 400 juta rupiah. Sedangkan di Jalur Pantura Turut Jalan sebelah timur Gapura Desa Pangkalan pohon tumbang yang menghambat perjalanan lalu – lintas.

Peristiwa banjir yang melanda warga di Kecamatan Sluke mendapat respon Pemkab Rembang, BPBD, BAZNAS dan PMI dengan memberikan bantuan paket sembako kepada 155 warga yang diberikan secara simbolik oleh Bupati Pak Harno dan Wakil Bupati M. Hanies Cholil Barro’ di Balai Desa Pangkalan Kecamatan Sluke Minggu (23/3/2025) siang.

Dalam sambuatan pengarahannya Bupati Rembang Pak Harno meminta kepada Kepala Desa dan warga agar merawat dan memelihara lingkungan dengan baik. Salah satunya dengan menggiatkan kembali kerja bakti kebersihan lingkungan, merawat dan memelihara saluran air atau drainase.

“ Kerja bakti ini sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya banjir dan jangan buang sampah sembarangan,” pinta Bupati Rembang di hadapan warga di Desa Pangkalan Kecamatan Sluke Minggu (23/3/2025).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Sri Jarwati menyampaikan ada delapan desa di Kecamatan Sluke yang terdampak banjir, ada juga tebing longsor. Bencana itu tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah namun menjadi tanggungjawab bersama.

“Kalau sudah terjadi hujan deras selama 1 jam lebih mohon warga masyarakat untuk waspada dan tidak usah menunggu banjir datang. Paska banjir mohon untuk segera mengadakan kerjabakti membersihkan saluran air,” pintanya.

Beruntung dalam peristiwa naas ini tak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Menurut informasi yang dihimpun dampak banjir terparah berada di Desa Jurangjero.

Reporter : Trisno Aji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *